Total Tayangan Halaman

Senin, 09 Januari 2017

7. Perkembangan Matematika di India Kuno dan Cina Kuno

Kali ini adalah pertemuan ke-12, 22 November 2016, yang sedikit berbeda dari pertemuan-pertemuan sebelumnya. Karena kelas tidak dihadiri oleh bapak dosen pembimbing mata kuliah Filsafat Pendidikan Matematika, Dr. Kusaeri, M.Pd., karena beliau sedang bertugas ke Bandung. Meskipun tidak ada yang membimbing, presentasi tetap dilaksanakan seperti biasa tetapi dengan syarat tiap kelompok yang presentasi direkam sebagai bukti tugas untuk dikumpulkan ke Bapak Kusaeri. Pada kesempatan ini, giliran kelompok 13 dan 14 yang akan mempresentasikan dua materi yang berbeda. Kelompok 13 akan mempresentasikan tentang perkembangan matematika di India Kuno dan kelompok 14 akan mempresentasikan tentang perkembangan matematika di Cina Kuno.
Kesempatan presentasi pertama ada pada kelompok 13 yang terdiri dari Masula dan Ariska. Tanpa piker panjang lagi, mereka langsung memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menyiapkan peralatan yang dibutuhkan, seperti HP untuk merekam dan modul materi untuk para audien. Mereka akan menjelaskan mengenai perkembangan matematika di India Kuno beserta pola bilangannya. Kelompok ini saya rasa sangat semangat dalam membuka presentasi hari itu, terlihat dengan suara yang cukup keras, cukup untuk membuat orang diam memperhatikan. Selain itu materi yang disampaikan cukup menarik dalam penyajian di media power point. Meskipun bahasa yang digunakan sedikit berbelit-belit, mereka tetap percaya diri tampil sebaik mungkin. Setelah mereka presentasi, sesi tanya jawab dijadikan satu di akhir bersama dengan sesi tanya jawab kelompok 14.
Setelah kelompok 13 kembali ke bangku audien, tiba giliran kelompok 14, Hanifa dan Aulatus, yang mengisi panggung presentasi di depan kelas. Kelompok yang akan menjelaskan tentang perkembangan matematika di Cina Kuno beserta pola bilangannya ini terlihat santai saat mulai berdiri di depan kelas. Pemateri dengan suara cukup keras mulai menyampaikan materinya. Audien mulai berusaha fokus dengan pemateri, suasana cukup tenang saat itu. Materi demi materi telah disampaikan, meskipun kadang-kadang pemateri sedikit gugup, tapi mereka mencoba memberikan yang terbaik. Alhasil sebagian audien memahami materi yang disampaikan oleh pemateri. Setelah itu, kelompok sebelumnya kembali maju di depan kelas untuk sesi tanya jawab bersama dengan kelompok 14.Kali ini, masing-masing kelompok memberi kesempatan dua penanya pertama. Setelah menemukan penanya yang beruntung, pertanyaan mulai diberikan kepada kedua kelompok. Diskusi per kelompok pun kemabli dilakukan, kali ini tidak butuh waktu lama untuk menjawab setiap pertanyaan. Setelah semua pertanyaan terjawab, pemateri mengakhiri presentasi mereka dengan ucapan penutup dan salam.
Sedikit ulasan materi dari kelompok 13 dan kelompok 14. Perkembangan matematika India dimulai sekitar 600 tahun sebelum masehi. Dalam sejarah matematika India dibagi menjadi dua periode, yaitu periode Sulvasutra dan periode Siddanta. Pola bilangan matematika India memiliki beberapa versi yang muncul secara berkala untuk menyempurnakan versi-versi sebelumnya. Ada juga beberapa tokoh penting bidang matematika di India seperti  Aryabhata, Brahma Gupta, Madhava, dan lainnya.
Sedangkan matematika Cina pertama kali ditemukan pada sebuah cangkang penyu sebagai media pada masa Dinasti Shang tahun 1600-1050 sebelum masehi. Pola bilangan yang digunakan matematika Cina cukup unik dengan menggunakan symbol bilangan batang untuk melambangkan bilangan satu sampai Sembilan. Tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam perkembangan matematika kala itu seperti Liu Hiu, Zhang Heng, Tsu Ch’ung-Chih dan Tsu Keng-Chih, Zu Chongzi, dan masih banyak lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar