Kali ini adalah pertemuan ke-12, 22
November 2016, yang sedikit berbeda dari pertemuan-pertemuan sebelumnya. Karena
kelas tidak dihadiri oleh bapak dosen pembimbing mata kuliah Filsafat
Pendidikan Matematika, Dr. Kusaeri, M.Pd., karena beliau sedang bertugas ke
Bandung. Meskipun tidak ada yang membimbing, presentasi tetap dilaksanakan
seperti biasa tetapi dengan syarat tiap kelompok yang presentasi direkam
sebagai bukti tugas untuk dikumpulkan ke Bapak Kusaeri. Pada kesempatan ini,
giliran kelompok 13 dan 14 yang akan mempresentasikan dua materi yang berbeda.
Kelompok 13 akan mempresentasikan tentang perkembangan matematika di India Kuno
dan kelompok 14 akan mempresentasikan tentang perkembangan matematika di Cina
Kuno.
Kesempatan presentasi pertama ada
pada kelompok 13 yang terdiri dari Masula dan Ariska. Tanpa piker panjang lagi,
mereka langsung memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menyiapkan peralatan
yang dibutuhkan, seperti HP untuk merekam dan modul materi untuk para audien. Mereka
akan menjelaskan mengenai perkembangan matematika di India Kuno beserta pola
bilangannya. Kelompok ini saya rasa sangat semangat dalam membuka presentasi
hari itu, terlihat dengan suara yang cukup keras, cukup untuk membuat orang
diam memperhatikan. Selain itu materi yang disampaikan cukup menarik dalam
penyajian di media power point. Meskipun bahasa yang digunakan sedikit
berbelit-belit, mereka tetap percaya diri tampil sebaik mungkin. Setelah mereka
presentasi, sesi tanya jawab dijadikan satu di akhir bersama dengan sesi tanya
jawab kelompok 14.
Setelah kelompok 13 kembali ke
bangku audien, tiba giliran kelompok 14, Hanifa dan Aulatus, yang mengisi
panggung presentasi di depan kelas. Kelompok yang akan menjelaskan tentang
perkembangan matematika di Cina Kuno beserta pola bilangannya ini terlihat
santai saat mulai berdiri di depan kelas. Pemateri dengan suara cukup keras
mulai menyampaikan materinya. Audien mulai berusaha fokus dengan pemateri,
suasana cukup tenang saat itu. Materi demi materi telah disampaikan, meskipun
kadang-kadang pemateri sedikit gugup, tapi mereka mencoba memberikan yang
terbaik. Alhasil sebagian audien memahami materi yang disampaikan oleh
pemateri. Setelah itu, kelompok sebelumnya kembali maju di depan kelas untuk
sesi tanya jawab bersama dengan kelompok 14.Kali ini, masing-masing kelompok
memberi kesempatan dua penanya pertama. Setelah menemukan penanya yang
beruntung, pertanyaan mulai diberikan kepada kedua kelompok. Diskusi per
kelompok pun kemabli dilakukan, kali ini tidak butuh waktu lama untuk menjawab
setiap pertanyaan. Setelah semua pertanyaan terjawab, pemateri mengakhiri
presentasi mereka dengan ucapan penutup dan salam.
Sedikit ulasan materi dari kelompok
13 dan kelompok 14. Perkembangan matematika India dimulai sekitar 600 tahun
sebelum masehi. Dalam sejarah matematika India dibagi menjadi dua periode,
yaitu periode Sulvasutra dan periode Siddanta. Pola bilangan matematika India
memiliki beberapa versi yang muncul secara berkala untuk menyempurnakan
versi-versi sebelumnya. Ada juga beberapa tokoh penting bidang matematika di
India seperti Aryabhata, Brahma Gupta,
Madhava, dan lainnya.
Sedangkan matematika Cina pertama
kali ditemukan pada sebuah cangkang penyu sebagai media pada masa Dinasti Shang
tahun 1600-1050 sebelum masehi. Pola bilangan yang digunakan matematika Cina
cukup unik dengan menggunakan symbol bilangan batang untuk melambangkan
bilangan satu sampai Sembilan. Tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam perkembangan
matematika kala itu seperti Liu Hiu, Zhang Heng, Tsu
Ch’ung-Chih dan Tsu Keng-Chih, Zu Chongzi, dan masih banyak lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar