Kesempatan kali ini adalah
pertemuan ke-5, 4 Oktober 2016, bagi kelas B Pendidikan Matematika UINSA. Dua
kelompok yang akan bertugas mempresentasikan materi tentang epistimologi dan
etik filsafat pendidikan matematika. Kali ini, kelompok 3 akan menjelaskan
tentang epistimologi filsafat pendidikan matematika. Sedangkan etik filsafat
pendidikan matematika akan dijelaskan oleh kelompok 4. Dalam pertemuan ini, pak
kusaeri berharap lebih baik dari presentasi pertemuan sebelumnya.
Presentasi dimulai oleh kelompok 3
terlebih dahulu. Mereka terdiri dari Ika, Chika, dan Nisa’. Mereka mulai
menginjakkan kaki di panggung presentasi di depan kelas dengan senyum. Ketika
mereka memulai presentasi, suasana kelas hening fokus dengan penjelasan yang
disampaikan kelompok 3. Lagi-lagi, menurut mereka sumber buku yang berbahasa
inggris dan bahasa yang terlalu bersifat filsafat, membuat mereka sedikit
kesulitan menjelaskan materi yang mereka emban. Sehingga beberapa audien,
termasuk saya, merasa bingung dengan penjelasan kelompok 3 tersebut. Ketika
tampil pun mereka sempat merasa gugup dan gerogi karena hal tersebut, meskipun
mereka tampil dengan teks. Setelah selesai dengan penyampaian materi, kini
mereka membuka sesi tanya jawab dengan batasan 3 penanya yang beruntung. Tiga
orang mulai bertanya seputar materi yang dijelaskan tadi. Setelah mengerti
maksud tiap pertanyaan, mereka mencoba mendiskusikan jawaban tiap materi. Cukup
lama mereka berdiskusi, akhirnya mereka mencoba menjawab tiap-tiap pertanyaan
dengan santai dan cukup baik. Setelah semua pertanyaan terjawab, mereka mengakhiri
presentasi dan kembali duduk ke bangku audien untuk dilanjutkan kelompok 4.
Semua audien duduk dengan tertib,
kelompok 4, Nevy, Indah, Fifi, pun mulai memasuki panggung presentasi depan
kelas. Tak banya bicara, mereka langsung membuka presentasi dan menyampaikan
materi. Ketika presentasi, sayang kelompok 4 tidak dihadiri salah satu
anggotanya yaitu Nevy yang sedang sakit saat itu. Jadi mereka presentasi hanya
dengan dua orang pemateri. Meskipun begitu, mereka tetap mencoba tampil dengan
baik dihadapan audien dan dosen. Materi yang disampaikan mengenai etik filsafat
pendidikan matematika. Cukup lama mereka menjelaskan materi panjang lebar
dengan bahasa yang juga sedikit sulit dipahami. Kebanyakan pemateri dari
kelompok-kelompok lain juga mengeluhkan sumber buku yang menggunakan bahasa
inggris dan bahasa yang tak biasa mereka ketahui sebelumnya. Setelah itu,
mereka membuka sesi tanya jawab. Dua penanya yang beruntung akan berkesempatan
memberikan pertanyaan kepada kelompok 4. Setelah pertanyaan terkumpul, mereka
mencoba mendiskusikan. Beberapa menit berdiskusi, mereka menemukan jawaban yang
mendekati tiap-tiap pertanyaan. Mereka menjawab dengan cukup baik setiap
pertanyaan. Setelah semua pertanyaan terjawab, mereka menutup penampilannya
dengan salam. Setelah kedua kelompok presentasi, Pak Kusaeri mereview kembali
materi yang disampaikan dan menambahi tiap-tiap pertanyaan kedua kelompok
tersebut.
Secara garis besar mengenai materi
yang disampaikan kedua kelompok, epistimologi menjelaskan tentang deskripsi, konsep,
hipotesis/dugaan, prosedur, dan garis besar seputar pendidikan matematika
dengan batasan bagaimana suatu teori berasal. Sementara etik filsafat
pendidikan matematika mengenai etika atau tata cara atau adab pengajaran
matematika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar