Pertemuan ke-6 kali ini sama dengan
pertemuan-pertemuan sebelumnya. Kali ini bertepatan dengan tanggal 11 Oktober
2016. Dua kelompok mulai mempersiapkan diri untuk presentasi di depan kelas
mengenai elemen ideology pendidikan matematika. Kelompok 5 akan menjelaskan
tentang tujuan elemen ideologi pendidika matematika, sedangkan kelompok 6 akan
menjelaskan tentang elemen ideologi pendidikan matematika.
Kelokpok 5 akan mempresentasikan
materi mereka terlebih dahulu. Kelompok yang terdiri dari tiga orang ini,
Faizah, Dian, dan Adel, akan menjelaskan mengenai tujuan elemen ideologi
pendidikan matematika. Saat memulai presentasi, suasana kelas tidak seperti
biasanya. Suasana sedikit tegang karena tuntutan untuk lebih baik dari
sebelumnya. Memang selama dua pertemuan sebelumnya, kebanyakan mereka
presentasi dengan melihat teks. Sehingga terkesan kurang baik. Kelompok 5
berusaha meminimalisir penampilan mereka agar tidak membaca teks, tapi karena
sulitnya pemahaman materi filsafat, mereka tetap membuka teks saat presentasi.
Akhirnya, audien juga pemateri tidak memahami apa yang sebenarnya dibhas pada
saat itu. sampai-sampai, Pak Kusaeri saat itu memberikan sindiran keras atas
penampilan mereka. Membuat suasana saat itu semakin tegang. Ketika selesai
menyampaikan materi, mereka melanjutkan dengan sesi tanya jawab untuk 3 penanya
pertama. Katiga penanya mulai memberikan pertanyaan kepada kelompok 5. Setelah
itu, mereka mencoba mendiskusikan jawaban seperti kelompok-kelompok lainnya.
Setelah mendapat jawaban yang tepat, mereka mencoba menjawab tiap pertanyaan
dengan sedikit tegang. Meskipun demikian, mereka mampu menjawab ketiga
pertanyaan dengan baik. Mereka menutup presentasi untuk dilanjutkan materi
selanjutnya oleh kelompok 5.
Setelah presentasi kelompok 5, kini
giliran kelompok 6 yang akan menjelaskan mengenai elemen ideologi pendidikan
matematika. Mereka terdiri dari Awin, Enggar, dan Putri. Kali ini, kelompok ini
terlihat lebih baik dari kelompok lainnya. Mereka tampil baik, mulai dari
bahasa yang bisa dipahami oleh audien, pemateri yang mulai bisa memahami
materinya, dan tampilan PPT yang menarik. Tapi sayang, suaranya kurang bisa
didengar sampai bangku paling belakang. Tidak butuh waktu lama untuk mereka
presentasi. Setelah presentasi selesai, mereka membuka sesi tanya jawab dengan
3 penanya pertama seperti kelompok-kelompok lain. Ketiga penanya yang beruntung
masing-masing memberikan sebuah pertanyaan yang beraneka macam seputar materi
yang disampaikan. Kemudian mereka mendiskusikannya dan menjawab setiap
pertanyaan tadi dengan cukup cepat, sehingga kelompok 6 lebih cepat waktunya
dari kelompok 5. Mereka menutup presentasi dengan penutup dan salam kemudian
kembali ke bangku audien.
Sedikit review mengenai materi yang
disampaikan, ideologi pendidikan matematika adalah cara menyampaikan
keabstrakan matematika pada siswa. Tujuan dari ideologi pendidikan matematika
adalah untuk dunia kerja, pengembangan pengetahuan matematika di sekolah, dan
lainnya. Ideologi matematika dibagi menjadi dua yaitu ideologi primer
(guru/dosen, murid/mahasiswa, dan tempat/kelas) dan ideologi skunder (bangku,
kursi, LCD, dll yang mendukung ideologi primer).
BalasHapusAwalnya aku hanya mencoba main togel akibat adanya hutang yang sangat banyak dan akhirnya aku buka internet mencari aki yang bisa membantu orang akhirnya di situ lah ak bisa meliat nmor nya AKI NAWE terus aku berpikir aku harus hubungi AKI NAWE meskipun itu dilarang agama ,apa boleh buat nasip sudah jadi bubur,dan akhirnya aku menemukan seorang aki.ternyata alhamdulillah AKI NAWE bisa membantu saya juga dan aku dapat mengubah hidup yang jauh lebih baik berkat bantuan AKI NAWE dgn waktu yang singkat aku sudah membuktikan namanya keajaiban satu hari bisa merubah hidup ,kita yang penting kita tdk boleh putus hasa dan harus berusaha insya allah kita pasti meliat hasil nya sendiri. siapa tau anda berminat silakan hubungi AKI NAWE Di Nmr 085--->"218--->"379--->''259'